Situs Megalitik Bojongmangu

Situs Megalitik Bojongmangu

Deskripsi

Situs Megalitik Bojongmangu
Situs Megalitik Bojongmangu

Maqom Raden Anom Wirasuta merupakan satuan ruang yang terdiri dari struktur-struktur batuan andesit. Terdapat dua bagian zona keruangan, yakni bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar terdapat lima buah batu tegak berdiri (menhir) yang berjajar ke samping. Batu tegak bediri (menhir) ini berdiri di antara satuan batuan andesit besar. Batu tegak berdiri (menhir) merupakan salah satu tinggalan dari Kebudayaan Megalitik yang berkembang pada masa prasejarah.

Maqom Raden Anom Wirasuta terletak di Dusun Bojongmangu, Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang atau terletak di wilayah bagian selatan Kabupaten Karawang. Makam ini dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat terakhir bersemayamnya Raden Anom Wirasuta, putra dari Raden Adipati Singaperbangsa (Bupati Pertama Karawang). Menurut cerita yang didapatkan dari masyarakat, makam ini pertama kali diyakini sebagai tempat persemayaman Raden Anom Wirasuta adalah berdasarkan dari wangsit yang didapatkan oleh salah satu tokoh dalang ternama Kabupaten Karawang bernama R. H. Tjetjep Supriadi pada sekitan tahun 90-an. Kemudian hal tersebut berkembang di kalangan masyarakat. Sampai sekarang tempat tersebut menjadi ramai oleh para peziarah. Biasanya para peziarah akan datang beramai-ramai pada Bulan Mulud dan Bulan Rajab dalam sistem penanggalan Jawa. Peziarah yang datang selain berdoa dan bertawasul, ada juga yang datang untuk bermalam di sana.

Menurut cerita yang lain lokasi ini bukan merupakan makam dari Raden Anom Wirasuta, tapi tempat Raden Anom Wirasuta pernah melakukan perenungan atau berdiam diri sehingga dikenal dengan Maqom Raden Anom Wirasuta. Sebelumnya masyarakat hanya mengetahui keberadaan tempat ini sebagai tempat biasa dengan satuan batu andesit besar yang di sekitarnya terdapat batu tegak berdiri. Di sekitar wilayah tersebut juga juga ditemukan sebuah batu yang terdapat simbol telapak kaki, oleh warga setempat disebut dengan "batu tapak". Batu ini terletak di bagian utara lokasi ini dan dekat dengan aliran sungai. Selain itu, sekitar kurang lebih 500 meter ke arah selatan terdapat sumber mata air yang menurut keterangan warga dahulunya terdapat arca dengan bentuk sederhana yang berdiri di atas batu. Saat ini arca tersebut telah diambil oleh orang yang tidak dikenal. Mata air tersebut tidak pernah surut dan biasanya saat kekeringan warga menjadikannya sebagai sumber air cadangan.

Maqom Raden Anom Wirasuta terdiri dari satuan batu andesit dengan ukuran besar dan di antaranya terdapat lima buah batu tegak berdiri dengan orientasi arah hadap utara-selatan atau tepat menghadap Gunung Sirnalanggeng dan Gunung Sanggabuana. Tempat ini kemudian dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dengan luas lahan mencapai 250 meter persegi. Pembangunan tersebut meliputi tembok keliling, lantai dan atap bangunan. Bangunan yang memiliki atap terdapat pada bagian inti yang dipercaya sebagai Makam Raden Anom Wirasuta. Makam tersebut hanya ditutupi oleh kelambu berwarna putih. Di atasnya terdapat tumpukan batu andesit yang merupakan tumpukan batu baru dan sengaja diletakkan di tempat tersebut.


Galeri